Sinopsis
Meja itu tidak pernah istimewa. Letaknya biasa saja—tidak dekat jendela, tidak di sudut ruangan, bahkan sering luput dari perhatian. Tapi sejak pertama kali digunakan, Meja Nomor 17 sudah berganti pemilik enam kali. Dan tanpa ada yang benar-benar menyadari… tidak satu pun dari mereka pergi dengan cerita yang benar-benar selesai. Seorang karyawan baru dengan mimpi besar pernah duduk di sana, percaya bahwa kerja keras akan membawa segalanya ke tempat yang tepat. Seorang pegawai lama yang ingin pergi, tapi tak pernah cukup berani, pernah menuliskan rencana hidupnya di atas meja itu—lalu meninggalkannya begitu saja. Ada juga yang jatuh cinta secara diam-diam, menyimpan perasaan di balik tumpukan pekerjaan, dan memilih pergi tanpa pernah mengungkapkan apa pun. Waktu terus berjalan. Orang datang dan pergi. Namun meja itu tetap ada—diam, menyimpan sisa-sisa yang tak kasat mata. Sebuah catatan kecil. Sebuah benda yang terlupa. Sebuah file yang tak sengaja terbuka kembali. Dan tanpa disadari, setiap orang yang duduk di sana mulai terhubung dengan mereka yang datang sebelumnya—melalui hal-hal kecil yang nyaris tak berarti. Sampai akhirnya, seseorang datang sebagai pemilik keenam. Dan untuk pertama kalinya, ia mulai menyadari bahwa meja itu bukan sekadar tempat bekerja. Bahwa ada jejak-jejak yang tertinggal. Bahwa ada cerita-cerita yang belum selesai. Dan mungkin… ada alasan kenapa semua itu sampai padanya. “Meja Nomor 17” adalah cerita tentang kehidupan yang terus berjalan, tentang orang-orang yang singgah tanpa pernah benar-benar tinggal, dan tentang jejak kecil yang kita tinggalkan—bahkan ketika kita merasa tidak berarti apa-apa. Karena pada akhirnya, mungkin kita semua hanya lewat. Tapi entah kenapa… selalu ada sesuatu yang tertinggal.
Total Baca
6
Suka
0
Subscribe
0
Bab
20
0.0
dari 5