Sinopsis
Bima, seorang jurnalis investigasi yang skeptis dan hanya percaya pada logika, tiba di Desa Sukamaya dengan satu tujuan: menemukan kakaknya, Arya, yang hilang secara misterius saat melakukan riset antropologi. Namun, sambutan hangat dari penduduk desa dan kemakmuran Sukamaya yang janggal di tengah hutan terpencil segera memicu alarm di kepalanya. Kejanggalan dimulai saat matahari tepat berada di atas kepala. Bima menyadari sebuah pemandangan mengerikan yang menentang hukum alam: tidak ada satu pun penduduk desa yang memiliki bayangan. Penyelidikan Bima membawanya pada rahasia gelap yang terkubur selama puluhan tahun. Penduduk Sukamaya ternyata telah melakukan perjanjian terlarang dengan entitas kuno yang dijuluki "Sang Penelan Cahaya". Demi kekayaan dan kemudaan abadi, mereka menukarkan bayangan—yang merupakan simbol dari jiwa dan eksistensi manusia di hadapan Tuhan—kepada makhluk tersebut. Terjebak dalam konspirasi warga desa yang mulai mengincarnya sebagai tumbal berikutnya, Bima harus menyaksikan bagaimana satu per satu logika sains yang ia agungkan rontok di hadapan teror gaib yang nyata. Di bawah ancaman gerhana yang akan membawa kegelapan abadi ke desa itu, Bima menyadari bahwa kamera dan pengetahuannya tidak akan bisa menyelamatkannya. Di ambang maut, saat kegelapan mutlak mulai menelan kesadarannya, Bima tidak punya pilihan selain kembali ke satu-satunya senjata yang selama ini ia abaikan. Di tengah desa yang terkutuk, sebuah perlawanan terakhir pecah—bukan dengan senjata fisik, melainkan melalui getaran frekuensi suci yang mampu merobek tabir sihir dan mengembalikan cahaya yang telah lama hilang. *Di Desa Sukamaya, matahari tidak lagi melahirkan bayangan, dan iman adalah satu-satunya cahaya yang tersisa untuk bertahan hidup*
Total Baca
12
Suka
0
Subscribe
0
Bab
30
0.0
dari 5