Sinopsis
Nisa pernah percaya, bahwa menunggu adalah bentuk cinta yang paling tulus. Tapi semua itu berubah saat Farel pergi— tanpa janji, tanpa kabar, tanpa penjelasan. Bertahun-tahun, Nisa belajar mengikhlaskan. Belajar menerima bahwa tidak semua orang yang pergi… akan kembali. Sampai suatu malam, takdir mempermainkan segalanya. Farel benar-benar pulang. Namun bukan sebagai pria yang dulu ia kenal. Pertemuan mereka terjadi di ruang rumah sakit militer— dengan Farel sebagai pasien… dan Nisa sebagai perawat yang harus merawatnya. Dia masih hidup. Masih bernapas. Masih berdiri di dunia yang sama. Tapi ada sesuatu yang hilang dari dirinya. Tatapannya kosong. Kata-katanya dingin. Dan setiap kali Nisa mencoba mendekat, Farel justru menjauh… seolah kehadirannya adalah luka yang tak ingin ia sentuh lagi. Namun semakin lama Nisa berada di sisinya, semakin ia sadar—ini bukan sekadar perubahan. Farel menyimpan sesuatu. Sebuah rahasia yang menggerogoti dirinya perlahan. Sebuah kejadian di masa lalu yang menghancurkan siapa dirinya… dan tanpa Nisa sadari, juga berkaitan dengan hidupnya. Di antara luka yang belum sembuh dan perasaan yang tak pernah benar-benar hilang, Nisa dihadapkan pada kenyataan yang paling menyakitkan: orang yang selama ini ia tunggu untuk pulang… ternyata sudah berubah menjadi seseorang yang tak lagi bisa ia miliki. Dan kali ini, yang harus ia lepaskan… bukan kepergian Farel. Tapi kepulangannya.
Total Baca
94
Suka
1
Subscribe
0
Bab
40
0.0
dari 5