Sinopsis
Sekar Anindhita, 25 tahun, tidak pernah menyangka kisah cintanya akan dimulai dari seorang bocah 4 tahun yang nyamperin dia di taman dengan kalimat, "Kak, kamu cantik. Boleh aku duduk di sini?" Arka Darmawan — cowok kecil dengan mata besar, kosakata seluas orang dewasa, dan senyum yang bisa bikin siapapun luluh seketika. Dia tumbuh tanpa ibu, tapi tidak pernah sekalipun terlihat patah. Justru Arkalah yang paling sering menghibur orang-orang di sekitarnya, dengan cara polos yang tanpa sadar selalu menohok tepat di hati. Sekar jatuh cinta sama Arka duluan — jauh sebelum dia tahu siapa papanya. Dan ketika akhirnya tahu... Sekar malah ingin kabur. Revano Darmawan. Duda 30 tahun. Arsitek sukses. Tampan dengan tatapan dingin yang bikin orang segan mendekat. Tiga tahun lalu dia kehilangan istrinya dalam sebuah kecelakaan — dan sejak hari itu, dinding di sekitar hatinya dibangun jauh lebih tinggi dari gedung manapun yang pernah dia rancang. Tapi Arka punya rencana lain. Tanpa disadari siapapun, bocah 4 tahun itu pelan-pelan menjadi jembatan antara dua orang yang sama-sama takut untuk berharap. Lewat es krim yang jatuh, demam di ruang UKS, hujan yang tiba-tiba turun, dan kalimat-kalimat polos yang meluncur begitu saja dari mulut mungilnya — Arka mengerjakan tugasnya dengan sempurna.
Total Baca
0
Suka
0
Subscribe
0
Bab
36
0.0
dari 5