Sinopsis
Araya Nindita tahu satu hal yang tidak diketahui siapapun di Akademi Seni Margenta: Ia seharusnya mati di bab ke-tiga puluh. Bukan sebagai metafora. Bukan sebagai cara bicara. Tapi karena Araya bukan siswi biasa — ia adalah karakter figuran dalam novel romance yang pernah ia baca, yang entah bagaimana terlempar masuk ke dalamnya dan terbangun di dalam cerita orang lain. Dengan satu fungsi naratif yang tertulis jelas di cermin perpustakaan: katalis. Sesuatu yang digunakan, lalu habis. Di dunia yang terbuat dari kata-kata, Araya menemukan seseorang yang tidak seharusnya ada — Kai, yang lahir dari halaman-halaman yang dihapus penulis dan eksis di celah antara bab-bab. Di dunia yang arus naratifnya mendorongnya menuju api, Araya memilih berdiri diam. Di dunia yang sudah menulis akhirnya, Araya mengambil pena. Tapi melawan cerita yang sudah tertulis punya harga. Dan harga terbesar ternyata bukan kematian yang dijadwalkan — melainkan menyadari bahwa ada hal-hal yang tidak bisa dibawa pulang, meski sudah berhasil mengubah segalanya. Ketika Halaman Berdetak adalah kisah tentang karakter yang menolak perannya, tentang cinta yang lahir di antara halaman-halaman yang tidak ditulis siapapun, dan tentang keberanian yang paling sunyi: memilih untuk ada dengan caramu sendiri — bahkan di dalam cerita yang bukan milikmu. Karena cerita terbaik bukan yang ditulis dengan sempurna. Tapi yang ditulis dengan jujur.
Total Baca
27
Suka
1
Subscribe
0
Bab
50
0.0
dari 5