Sinopsis
Dua belas tahun Hana Saffira menjadi istri Rafi Aldrian. Ia yang menjahit seragam anak-anak yatim di mushola kecil, yang tidak pernah absen menyiapkan makan malam, yang hafal jadwal sholat suaminya lebih baik dari suaminya sendiri. Lalu pada suatu malam Ramadan, Rafi duduk di depannya dengan muka yang tidak bisa ia baca — dan mengucapkan kalimat yang selama ini hanya Hana dengar dalam mimpi buruk. "Hana… aku ingin menikah lagi." Yang membuat Hana hancur bukan hanya kata-kata itu. Tapi kenyataan bahwa ia tidak bisa membenci suaminya. Tidak bisa membenci Syifa — perempuan lain itu — yang ternyata bukan monster. Tidak bisa bahkan marah kepada Allah, karena di lubuk hatinya yang paling dalam, ia tahu Islam membolehkannya. Yang Hana tidak tahu: bagaimana caranya ikhlas saat dunia tidak memberinya ruang untuk berduka. Ibunya diam. Mertuanya bersorak. Sahabatnya murka. Tetangga berbisik. Dan Hana — perempuan yang selama ini mengajarkan anak-anak tentang ridha — kini harus belajar apa arti ridha yang sesungguhnya. Bukan ridha yang pura-pura. Tapi ridha yang berdarah-darah sebelum menjadi cahaya.
Total Baca
180
Suka
3
Subscribe
0
Bab
27
0.0
dari 5