Sinopsis
KOTA TANPA BAYANGAN Buku 2 — Ruang di Antara Tiga hari pasca-insiden 28 Oktober, Jakarta tampak pulih, namun bagi Nara dan Dean, "bebas" hanyalah awal dari horor baru. Sebelas orang yang selamat dari gedung Palimpsest kembali dengan kondisi jiwa yang terkoyak, sementara Dean menemukan rahasia masa lalunya yang terkubur: ia tidak hilang secara tidak sengaja tujuh belas tahun lalu, melainkan memilih masuk ke dalam gedung tersebut. Pencariannya membawanya ke sebuah alamat di Bogor, mengungkap keberadaan ibu dan adik yang mengiranya telah mati, serta sebuah jurnal tua yang membuktikan bahwa Dean telah menginvestigasi Entitas jauh sebelum ingatan itu dihapus. Namun, Entitas kini berevolusi dan mulai memangsa para "penjaga ingatan"—jurnalis hingga arsipis—yang tidak pernah menginjakkan kaki di Palimpsest. Di tengah ancaman ini, Nara menemukan kebenaran pahit bahwa Entitas bukanlah sekadar monster eksperimen, melainkan akumulasi kesepian kolektif manusia selama berabad-abad yang menuntut untuk diakui. Saat Sinta mengungkap keterlibatan kelamnya di masa lalu, Dean memutuskan untuk masuk kembali ke dalam "ruang di antara" demi mengambil kenangan yang tercuri. Kini, Nara harus menjadi jangkar terakhir bagi Dean sebelum pria itu benar-benar hilang ditelan kehampaan yang tak berujung. (Disarankan Baca Terlebih Dahulu Buku 1 "Kota Tampa Bayangan : Yang Terhapus")
Total Baca
11
Suka
0
Subscribe
0
Bab
20
0.0
dari 5