Sinopsis
Regita selalu berpikir bahwa cinta yang ia butuhkan hanyalah seseorang yang bisa mengerti dirinya—tanpa harus banyak bertanya. Dan Irfan… hadir sebagai jawaban dari semuanya. Dia selalu tahu hal-hal kecil tentang Regita. Kebiasaan yang bahkan tidak pernah ia sadari. Hal-hal yang tidak pernah ia ceritakan pada siapa pun. Bersamanya, Regita merasa aman. Seolah akhirnya ada seseorang yang benar-benar melihat dirinya… tanpa terlewat sedikit pun. Namun rasa itu perlahan berubah menjadi sesuatu yang sulit dijelaskan. Terlalu banyak kebetulan. Terlalu banyak hal yang seharusnya Irfan tidak tahu. Dan terlalu sering ia muncul… tepat di waktu yang tidak seharusnya. Sampai suatu hari, Regita menemukan sebuah ruangan yang seharusnya tidak pernah ia lihat. Di dalamnya, hanya ada satu hal— dirinya sendiri. Foto-foto. Catatan. Jejak hidupnya… sejak bertahun-tahun lalu. Sejak saat itu, semua yang dulu terasa hangat mulai berubah menjadi pertanyaan yang menyesakkan. Apakah ini benar-benar cinta… atau sesuatu yang jauh lebih gelap? Regita mencoba menjauh. Mencoba meyakinkan dirinya bahwa semua ini salah. Namun semakin ia berusaha pergi, semakin ia menyadari bahwa dunia di luar Irfan tidak pernah benar-benar aman. Hal-hal yang seharusnya terjadi… tidak pernah benar-benar terjadi. Orang-orang yang seharusnya tetap ada… perlahan menghilang dari hidupnya. Dan setiap kali ia berada di ambang bahaya— selalu ada satu sosok yang sudah lebih dulu berada di sana. Menunggu. Mengawasi. Melindungi… dengan cara yang tidak pernah ia pahami. Di antara rasa takut dan kenyamanan yang tidak bisa ia abaikan, Regita mulai mempertanyakan satu hal yang paling penting dalam hidupnya— apakah ia benar-benar ingin bebas… atau sebenarnya, ia hanya takut kehilangan satu-satunya orang yang tidak pernah berhenti memilihnya?
Total Baca
9
Suka
0
Subscribe
0
Bab
20
0.0
dari 5