Sinopsis
Arsen Pradipta, seorang arsitek berusia 32 tahun, kembali ke rumah lama di pinggiran Bandung setelah dua tahun menghilang. Rumah itu — rumah yang dulu ia bangun bersama istrinya — adalah tempat terakhir yang ingin ia datangi. Tapi surat wasiat mendiang ibu tirinya memaksanya pulang untuk mengurus peninggalan. Malam pertama, ia mendengar suara piano di ruang tamu. Dan di sana, duduk di depan piano tua itu, ada seorang perempuan — Senja. Cantik, lembut, dan sangat nyata. Ia mengaku sebagai penjaga rumah yang dipekerjakan almarhum ibu tiri Arsen. Arsen tidak percaya, tapi ada sesuatu di mata perempuan itu yang familiar. Cara ia menata buku, cara ia menyeduh teh, cara ia menolak disentuh dengan senyum kecil yang meminta pengertian. "Cinta yang sejati bukan yang menahan. Tapi yang merelakan."
Total Baca
7
Suka
0
Subscribe
0
Bab
40
0.0
dari 5