Sinopsis
Naira selalu menganggap Bram cuma sebatas teman sebangku—cowok nyebelin yang nggak pernah bisa diam, suka ganggu, dan selalu ada di saat yang nggak penting. Setidaknya… itu yang dia pikir. Sampai perlahan, hal-hal kecil mulai terasa aneh. Nilainya yang tiba-tiba membaik. Masalahnya yang entah kenapa selalu selesai. Dan seseorang… yang selalu ada di belakangnya, tanpa pernah meminta dilihat. Di saat yang sama, Naira justru sibuk mengejar seseorang yang bahkan nggak benar-benar melihatnya. Sementara Bram— memilih diam. Memilih pura-pura biasa saja. Meski perasaannya sudah lama tidak sederhana. Karena bagi Bram, cukup melihat Naira tersenyum… meski bukan karena dirinya. Namun, seiring waktu berjalan, Naira mulai menyadari satu hal yang selama ini luput— Bahwa orang yang selalu ada di sampingnya… mungkin adalah orang yang paling tulus mencintainya. Dan saat akhirnya dia mulai melihat, pertanyaannya bukan lagi “siapa yang dia suka”— Tapi… apakah dia belum terlambat untuk menyadari semuanya?
Total Baca
14
Suka
0
Subscribe
0
Bab
24
0.0
dari 5